Hingga kini ku tersenyum..
Menerawang malam yang tak bertepi.
Menatap kosong dinding membisu.
Meratap pun sudah tak berarti.
Hai..kerasnya baja dikalahkan isi hati.
Kasarnya kerikil dikalahkan pikiran.
Untuk apa berjalan dalam gelombang jika hanya kata percuma yang terucap ?
Untuk apa menyuarakan berjuang jika menyerah sebelum bertempur ?
Serpihan demi serpihan mungkin bisa dipersatukan.
Tapi tak mungkin merekat jika tak ada kegigihan di jiwa.
Hati sudah bagai sembilu.
Hanya satu pengobat luka,
Lantunan demi lantunan indah kalimat-Nya.
Dan hatiku tersenyum damai walau sedang tersayat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar